The Choice

Posted on September 16th, 2008 in Religi by masfay

http://cid-fac95cc5b2050cb4.skydrive.live.com/self.aspx/Public/THECHOICE.HLP

Bookmark and Share

Pengalaman Jember-Surabaya Via Angkasa (1)

Posted on September 13th, 2008 in Kabar Jember by masfay
Guyonannya, Apa Sudah Buat Surat Wasiat
Reporter : A Wirawan
Jember - Akhirnya, untuk pertama kalinya saya bisa menikmati jalur transportasi Jember-Surabaya via angkasa, Jumat (29/8/2008). Naik pesawat tipe LET 410 buatan Cekoslowakia, perjalanan hanya butuh waktu setengah jam.

Perjalanan via angkasa ini jelas lebih cepat ketimbang perjalanan via jalur kereta api (empat jam) atau via jalan raya. Setelah ada genangan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo, waktu tempuh makin lama.

Bersama dua wartawan Radar Jember, seorang wartawan radio Prosalina, wartawan JTV, dan fotografer Kantor Berita Nasional Antara, saya memperoleh kesempatan mencicipi hari pertama penerbangan komersial bersama Kepala Dinas Perhubungan Sunarsono.

Sebelum naik pesawat, antar sesama wartawan sudah saling sindir. Heru Putranto, fotografer Radar Jember, berkali-kali menyindir saya yang mulanya tidak hendak ikut. “Ayo, ikut saja. Aku nanti mau memfoto Semeru dari udara,” katanya.

Sementara itu, reporter radio Prosalina Mochammad Dawud nyeletuk, “Sudah bikin surat wasiat?” Gurauan ini ditirukan oleh Sunarsono ke wartawan lainnya.

Gurauan itu muncul karena melihat sosok pesawat LET 410 yang jauh lebih kecil dan ramping, jika dibandingkan pesawat jenis Boeing. Bagi orang yang terbiasa naik pesawat komersial jenis Boeing, pesawat kecil penerbangan perintis memang bikin bertanya-tanya.

Rauwolfie Yudianto, penumpang pertama perjalanan Jember-Surabaya, juga mengatakan bahwa bagaimanapun kedua tipe berbeda. “Orang yang senang naik Boeing akan merasakan perbedaannya,” katanya.

Berbeda memang. Co-pilot Bambang Ontoseno mengatakan dalam suatu kesempatan, bahwa pesawat LET 410 digunakan untuk penerbangan perintis di Papua. Ia menjelaskan, pesawat tersebut aman dan layak.

Apalagi, jika dilihat dari rute penerbangan, Jember-Surabaya tak seberat di Papua. “Landai saja. Lain dengan di Papua. Kalau di sana ancur-ancuran,” katanya, usai penerbangan ujicoba bandara 13 Agustus lalu.

Di dalam pesawat, saya memilih duduk di deretan kursi ketiga dari depan. Jumlah penumpang sembilan orang di luar kru pesawat.

“Pesawat kita karena penumpang istimewa muter dulu keliling Jember, lalu langsung tembak ke Surabaya. Selamat menikmati penerbangan Jember-Surabaya,” kata Wakijan, konsultan dari PT Aero Express.

Pukul 11.45, baling-baling pesawat mulai berputar. Pesawat mulai mengangkasa, meninggalkan landasan pacu bandara Notohadinegoro di desa Wirowongso kecamatan Ajung. [wir/kun/bersambung]

Sumber: beritajatim.com

Bookmark and Share

Ayat Ayat Fitna Quraish Shihab

Posted on September 13th, 2008 in Religi by masfay

Jakarta - Masih ingat film Fitna yang menggegerkan itu? Minggu ( 4/5/2008 ) ini, ada sebuah buku berjudul “Ayat-Ayat Fitna, Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka” diluncurkan. Buku itu karya Quraish Shihab dan tentu saja isinya tidak mendeskreditkan Islam. Sebanyak 40 ribu buku tersebut dibagikan secara gratis.

Quraish Shihab menjelaskan, Ayat Ayat Fitna berusaha meluruskan kesalahpahaman dari ayat-ayat yang dipakai dalil untuk teror yang menggambarkan umat islam itu kejam seperti yang dipakai oleh film Fitna.

“Jadi ada lima ayat Alquran yang digunakan untuk mendeskreditkan Islam. Padahal isinya sangat bertolak belakang. Justru ajaran Islam ini sangat-sangat damai dan mengajak umatnya untuk memiliki hubungan harmonis dengan pemeluk agama apapun,” kata Direktur Pusat Studi Al Quran itu.

Kenapa judulnya kok ayat-ayat fitna? “Ya karena ini berbicara tentang ayat-ayat Alquran yang dijadikan bahan fitnah,” jelas Quraish saat jumpa pers di masjid Sunda Kelapa, Jakarta .

Buku setebal 98 halaman tersebut disebarkan serempak di enam lokasi di Jakarta . Jika anda ingin mendapatkannya, datang saja ke Masjid Agung Sunda Kelapa, Masjid Agung Al Azhar, Masjid Raya Pondok Indah, Masjid At Tin, Masjid dan Pesantren At Taqwa, Masjid Imam Bonjol, Dewwan Dakwah Indonesia dan Jakarta Islamic Center. Buku ini juga bisa didapatkan dalam versi e-book
dengan diunduh dari www.lenterahati. com. Anda juga bisa mengunduhnya langsung ayat_ayat_fitna_4.

Quraish Shihab mempersilakan pihak manapun untuk menggandakan bukunya. Namun ia mengingatkan agar buku tersebut tidak dijualbelikan. “Untuk apa diperjual belikan? Kalau diberikan gratis untungnya lebih banyak daripada diperjual belikan. Memang tertunda keuntungan itu tapi akan berlipat ganda di hari kemudian,” kata Quraish.

Bookmark and Share

Mendung, Pesawat Mendarat Mulus

Posted on September 13th, 2008 in Kabar Jember by masfay

JEMBER - Uji coba pendaratan pesawat yang akan menerbangi Surabaya - Jember PP, kemarin (13/8) berlangsung mulus di Bandara Notohadinegoro. Meskipun cuaca mendung, pesawat LET 410 milik maskapai Tri MG itu berhasil mendarat pukul 10.45.

Inilah penerbangan komersial perdana (the first commercial flight) di bandara yang berlokasi di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung tersebut. Sebelumnya memang sudah ada beberapa pesawat yang mendarat di sana, namun sifatnya hanya uji coba, bukan benar-benar penerbangan yang akan dikomersialkan seperti pesawat LET 410 kemarin.

Pesawat dengan kapasitas 18 seat itu take off dari Bandara Juanda sekitar pukul 10.15. Pesawat berwarna putih polos itu membawa 15 orang penumpang. Di antaranya Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Wakadishub) Jatim Jogy Hendryadi, Kadishub Jember Sunarsono, tim evaluasi Dishub Jatim dan pejabat Tri MG.

Untuk menyambut pendaratan proving flight (uji coba) ini, persiapan di bandara sudah dilaksanakan sejak pekan lalu. Kesibukan makin terlihat sejak Senin lalu. Sejumlah petugas melakukan penyempurnaan marka run way (landasan pacu). Beberapa kelengkapan di gedung bandara juga dibenahi.

Bahkan, H - 1 lalu, staf dishub yang akan bertugas di bandara mendapat arahan dari Wakijan, konsultan Tri MG dari Aero Express International. Petugas juga melakukan simulasi atau gladi bersih pelayanan bandara, mulai dari pemesanan tiket, pemeriksaan barang, boarding pass, dan sebagainya.

Sejak pagi kemarin, para petugas sudah stand by di bandara. Para petugas sudah berada di posisinya masing-masing. Misalnya, petugas di air traffic control (ATC), petugas pemadam kebakaran, mobil penjemput, dan sebagainya.

Sekitar pukul 09.57, Kadishub Sunarsono sempat mengontak koran ini. Dia mengabarkan bahwa pesawat sekitar lima menit lagi akan take off. Sekitar pukul 10.30, petugas ATC sudah bisa melakukan kontak dengan pilot Tri MG. “Pesawat kira-kira kurang 35 mil lagi,” ujar petugas ATC, pukul 10.40.

Tak berselang lama, sekitar pukul 10.46 pesawat sudah terlihat melakukan over head (jalan memutar) di sekitar bandara. Pesawat terlihat di sebelah utara gedung bandara, berjalan dari timur ke barat. Kira-kira segaris dengan run way, pesawat belok ke arah selatan.

Pukul 10.48, roda pesawat menyentuh run way. Pesawat buatan Ceko itu mendarat di sisi utara run way. Sedangkan belasan petugas stand by di sekitar taxi way (jalan penghubung antara run way dengan apron). Sedangkan petugas pemadam kebakaran telah siap di mobilnya untuk mengantisipasi segala sesuatunya.

Laju pesawat makin melambat saat mendekati sekitar taxi way. Sekitar 50 m di selatan taxi way, pesawat berhenti. Lalu putar balik kanan menuju taxi way. Setelah masuk taxi way, pesawat putar balik kanan menghadap run way.

Setelah mesin pesawat mati, pintu di sisi kiri pesawat dibuka. Setelah pintu dibuka, awak kabin pesawat memasang tangga kecil. Yang turun kali pertama adalah Sunarsono. Dia langsung melambaikan tangan sembari tersenyum ke arah petugas dan wartawan yang menanti di taxi way. “Sip, sip! Enak, enak!” ujarnya sembari mengacungkan kedua jempol tangannya.

Selanjutnya semua penumpang turun. Mereka langsung naik ke beberapa mobil yang telah disiapkan menuju gedung bandara. “Alhamdulillah, selama penerbangan dari Surabaya tidak ada masalah,” ujar Wahyudi Kurniawan, pilot Tri MG.

Selama penerbangan, dia mengakui, kondisi cuaca berawan. Sebab itu, dia menerbangkan pesawat produksi 1989 itu di ketinggian 9.500 feet (atau sekitar 17 ribu km dari permukaan laut). “Sebab, di kanan kiri sini banyak gunung. Jadi kami agak tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, sebelum landing di Bandara Notohadinegoro, pihaknya sempat melakukan over head. Itu dilakukan untuk mempelajari situasi di sekitar bandara dan kondisi run way. “Karena pengamatan kami visual. Jadi kami tentukan dulu check point-nya. Ternyata flat (datar) dan clearance (bersih),” terangnya.

Menurut dia, untuk memudahkan pendaratan pesawat, masih ada sejumlah sarana yang mestinya dilengkapi. “Sinyal NDB (sinyal bandara yang ditangkap pesawat) tadi baru dinyalakan beberapa mil sebelum landing. Power-nya juga lemah. Jadi kami tadi masih mengandalkan map (peta) dan GPS (global positioning system),” tandasnya.

Proving flight itu dilaksanakan juga untuk mengetahui kondisi rute Surabaya - Jember dan bandara. Tetapi, secara umum, kondisi Bandara Jember mendapat pujian dari Wakadishub Jatim Jogy Hendryadi. “Dari kondisi beberapa bandara di Jatim, seperti Banyuwangi, Sumenep, dan Bawean, Jember ini paling bagus dan siap,” pujinya.

Menurut dia, program penerbangan pesawat sipil Surabaya - Jember merupakan bagian dari sistem transportasi terpadu antara Dishub Jatim dengan dishub kabupaten/kota yang memiliki bandara. “Dulu kita sebut city link,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pemprov mengembangkan program tersebut untuk menghubungkan sejumlah kota di Jatim menggunakan transportasi udara. Yang diproyeksikan adalah Jember, Banyuwangi, Sumenep, dan Bawean. Selain bandara Jember, bandara yang lain diperkirakan paling cepat beroperasi tahun depan.

Soal kapan sejumlah kota itu terhubung dengan angkutan udara, Jogy tidak bisa memastikan. Semua tergantung kelayakan yang ditentukan Dephub. Sebab, untuk mengoperasikan sejumlah bandara itu, tiga hal pokok harus terpenuhi.

Di darat, sarana fisik bandara harus siap. Di udara, harus ada maskapai yang bersedia membuka rute. Dan ketiga kesiapan sumber daya manusia (SDM). “Dan Jember termasuk yang paling siap,” tandasnya.

Jogy menyebutkan, sejatinya ada satu kota lagi yang layak memiliki bandara, yakni Pacitan. Kota di ujung barat bagian selatan Jatim itu memiliki medan geografis yang cukup berat. “Dari aspek kebutuhan, layak memiliki bandara. Tapi apakah ada maskapai yang mau ke sana? Sebab, ini juga bicara bisnis,” tukasnya.

Yang jelas, pihaknya tidak membebaskan setiap kabupaten/kota di Jatim untuk membangun bandara. “Tapi seperti Bawean, itu inisiatif pemprov. Sebab, banyak warga Bawean yang bekerja di Singapura atau Malaysia,” tutur pria berkaca mata ini.

Soal kapan penerbangan komersial pertama dibuka, Kadishub Sunarsono belum bisa memastikan. Dia menyebutkan, setelah proving flight, Dishub Jatim segera membuat laporan ke Ditjen Perhubungan Udara Dephub. “Setelah dinyatakan layak, langsung beroperasi. Pada dasarnya Jember sudah siap,” tegasnya.

Setelah transit di bandara, rombongan dari Surabaya itu rehat siang di luar kompleks bandara. Sekitar pukul 13.00, rombongan kembali ke bandara. Selanjutnya, sejumlah pihak sempat melakukan pertemuan tertutup di salah satu ruangan di gedung bandara. Pertemuan itu diikuti oleh Jogy, Sunarsono, tim evaluasi dishub, pihak maskapai Tri MG, serta konsultan Aero Express International.

Distrik Manajer Tri MG Lukman Hakim menjelaskan, untuk awal, setiap hari ada tiga hingga empat kali penerbangan dari Jember - Surabaya PP. “Jika ternyata sambutan pasar bagus, kami akan kembangkan rute Surabaya - Jember - Denpasar,” ungkapnya.

Untuk membuka rute Surabaya - Jember, Pemkab Jember melakukan kontrak dengan Tri MG selama tiga bulan. Setiap bulan, pemkab mengontrak pesawat tersebut selama 90 jam penerbangan. (har)

Sumber : Radar Jember

Bookmark and Share